The Melancholy One

Maybe it’s time to have a peaceful life. No more fucking deadlines which always make me feel like zombie. Just enjoy my spare time reading my favorite books, singing songs I like, spending time with my beloved people, watching movie, and sleeping well.

Oh. I miss that life! I’m tired of making so much money. Let me take a break. Or should I leave this freelance life?

Nikah Muda? Sudah Siap?

yuntango_soal_menikah_muda

Tulisan ini sudah lama tertimbun di dalam notes smartphone yang pada akhirnya hari ini berhasil mendarat di blog.

Disclaimers: tulisan ini tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun.

………………………………………………………………………………………………………….

Nikah. Topik yang menurut gue sangat sensitif. Walaupun sedang tren, di dalam pikiran gue nggak terbesit sedikit pun untuk ikut-ikutan nikah di usia muda seperti kejamnya tekanan sosial di negara kita. Bahkan ketika orang bertanya pada gue tentang target nikah di umur berapa, gue sering menjawab, “nggak punya”.

Bukan, bukan karena nggak mau menikah, cuma di dalam hidup gue masih banyak hal-hal yang gue prioritaskan terlebih dahulu. Dan hal-hal tersebut harus gue capai sebelum gue menikah. Apa aja?

Continue reading “Nikah Muda? Sudah Siap?”

Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau

Kalau boleh ditelaah lagi, di dunia ini sesungguhnya nggak ada yang salah dan benar. Semua hanya masalah persepsi dan sudut pandang. Manusia punya hak untuk membuat persepsinya masing-masing, tapi sayangnya manusia lain nggak punya kuasa untuk mengontrol setiap persepsi yang ditujukan untuk dirinya. Sebuah problematik yang udah jadi hukum alam.

Di dunia nyata, persepsi kita terhadap hal-hal yang kita lihat kadang nggak sepenuhnya benar. Gimana persepsi terhadap sesuatu yang kita lihat cuma dari dunia maya?

Continue reading “Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau”

Tentang Yunita dan Lari

Sejak memutuskan untuk mengubah lifestyle gue setahun terakhir ini, olahraga jadi salah satu hal yang selalu gue butuhkan di samping nutrisi. Karena baru hijrah, olahraga yang gue tekuni selama 6 bulan pertama cuma lari. Frekuensinya juga masih 3 kali per minggu, paling sering 5 kali per minggu kalo lagi rajin. Waktunya juga random. Kalo pagi gue biasa lari di pelataran kampus deket rumah gue yang bisa dijangkau hanya dengan jalan kaki atau naik sepeda. Lain kalo lari sore, gue biasa lari di taman terbuka yang lokasinya musti dijangkau dengan kendaraan umum atau ojol. Ya intinya olahraga yang gue tekuni ini affordable banget karena gratis tis tis.

Kenapa suka lari?

Selain gratis, lari jadi salah satu ajang gue untuk merenung. Nggak jarang juga gue jadikan sebagai pemantik ide dan tempat pelarian kalo lagi sedih.

Terus lari ada efeknya nggak buat diri gue?

Continue reading “Tentang Yunita dan Lari”

A Morning Story from Hat Yai

2015

“Makci! I want to take away!” Shindy memanggil kakak pelayan yang berdiri di depan etalase berisi barisan makanan beralaskan wadah lebar.

Pagi itu gue, Shindy, Nalini dan Arfi memutuskan untuk makan pagi di sebuah rumah makan berlabel halal di pinggir jalan Kota Hat Yai, Thailand Selatan.

Sambil menunjuk segelas teh manis hangat miliknya yang masih utuh, Shindy mengulang kalimatnya setelah kakak itu sampai di meja kami.

“Take away. I want to take this away.”

Kening kakak pelayan mengerut. Ia nampak bingung.

“Take away. I want to take this away.” sekali lagi Shindy mengulang kalimatnya.

Hening.

Kami bergeming. Saling memandang. Dan mencoba mengambil satu kesimpulan, mereka tidak bisa Bahasa Inggris.

“Take…. away….” Shindy masih berusaha mencari bahasa tubuh lain yg dapat menyampaikan pesan yg ia maksud kepada kakak pelayan.

“Nak bawa balik. Boleh?” tanya gue dengan harapan kakak itu mengerti Bahasa Melayu sedikit saja.

Hening.

Kami kembali saling memandang. Dan mencoba mengambil satu kesimpulan lagi, mereka tidak bisa Bahasa Melayu.

“Take away….”

“Nak bawa balik….”

Seketika kami berlomba-lomba menciptakan bahasa tubuh baru yang dapat mendeskripsikan arti dari, “Membawa pulang makanan”.

Dari mulai gerak tangan yg membentuk lingkaran, sampai memeragakan posisi tangan yg sedang menjinjing barang.

Kakak itu menggaruk kepalanya yang tertutup hijab. Keningnya makin berkerut. Wajahnya yang cantik seperti meraba sesuatu. Kemudian dengan hati-hati dia berkata, “Bungkus?”

“Nahhhhhhhhh. Bungkus!” kami serempak bersorak.

Oke fine. Sudah susah payah memeragakan ini-itu dan ternyata beliau tahu arti kata, “Bungkus”.

Sedikit kesal, gemas dan…… begitulah. Pada intinya, pagi itu kami mendapat pelajaran berharga.

“Do not underestimate people. Because everyone is good in their own way.”

Karena menghabiskan waktu dengan sahabat tidak hanya dengan bersenang-senang, tapi juga dengan belajar. Belajar dari hidup.

5 Hal yang Akan Dilakukan Jika Kembali ke Masa Lalu

Semakin bertambah umur semakin banyak pikiran. Mungkin kalimat itu cocok untuk menggambarkan kegelisahan gue saat ini. Kadang suka iri sama adik gue yang nangis hanya karena nggak bisa ngerjain tugas sekolah. Isi pikirannya masih didominasi sama urusan-urusan sekolah. Beda sama kondisi pikiran gue yang udah terkontaminasi dengan segala macam tetek bengek kehidupan macam karir, cicilan masa depan, sampai pertanyaan kapan dipertemukan dengan jodoh.

Ya, jadi orang dewasa itu berat. Seberat rasa terganggunya dihantui penyesalan-penyesalan masa lalu yang baru gue rasain di umur sekarang. Beberapa kali terlintas di kepala gue untuk mutar waktu, tapi gue sadar kalau gue harus jadi orang yang realistis dan menerima kalau kembali ke masa lalu itu nggak akan bisa terjadi.

Namanya juga penyesalan, datengnya selalu belakangan. Tapi ya gue juga nggak mau pasrah gitu aja dan ngebiarin penyesalan tetap jadi penyesalan sampai nanti gue bertambah tua. Demi menebus semua rasa bersalah di masa lalu, gue punya tekad untuk melunasi semuanya di masa sekarang dan masa depan. Dan ini dia 5 daftar penyesalan yang sekarang sedang gue cicil.

Continue reading “5 Hal yang Akan Dilakukan Jika Kembali ke Masa Lalu”

4 Quote yang Bisa Bantu Wujudkan Resolusi Tahun Ini

trainveler_quote_cover

Tahun baru, kesempatan baru. Tak heran memang jika momen ini selalu dijadikan titik tolak untuk melakukan berbagai hal yang lebih baik dari tahun-tahun yang lalu. Banyak orang juga menjadikannya ajang untuk berbenah diri. Berbagai resolusi bahkan sudah mulai dirancang jauh sebelum tahun baru tiba.

Namun, tak sedikit resolusi yang telah dirancang dari jauh-jauh hari malah teronggok dan tidak dilaksanakan. Kegagalan mewujudkan resolusi ini bisa dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah ketidakkonsistenan yang diakibatkan dari lunturnya semangat.

Nah, supaya usaha untuk mewujudkan resolusi tahun ini tidak hangat di awalnya saja, berikut beberapa quote yang siap menyuntikkan semangat supaya kamu bisa on trackmerealisasikan resolusi kamu.

Continue reading “4 Quote yang Bisa Bantu Wujudkan Resolusi Tahun Ini”