yuntango_gowes_bike_sharing

Weekend Getaway Hemat di Jakarta? Bisa Ngapain Aja?

Sebagai orang Jakarta yang mengaku sebagai traveler, gue merasa gagal karena jarang mempromosikan kota kelahiran sendiri. Padahal kalau dikulik lagi, Jakarta isinya tuh nggak cuma macet. Ternyata ada banyak tempat wisata asik dan potensial yang bisa mendatangkan banyak turis di Jakarta lho.

Nah buat yang butuh piknik, tapi nggak punya waktu dan budget kayak gue, mungkin referensi weekend getaway di Jakarta dalam 1 hari ini bisa dicoba.

Continue reading “Weekend Getaway Hemat di Jakarta? Bisa Ngapain Aja?”

Tutorial Naik KRL supaya Aman Sentosa

Melihat potret kerasnya kehidupan di KRL yang identik dengan desak-desakan, panas karena AC kereta mati dan jadwal yang suka ngaret, membuat persepsi orang-orang tentang KRL jadi sesuatu yang mengerikan. Nggak sedikit orang langsung mengurungkan niatnya untuk mencoba naik KRL, bahkan banyak dari mereka yang berikrar untuk nggak akan mencoba naik KRL karena terlalu berisiko. Padahal, kita masih bisa menikmati manfaat dari KRL untuk mendukung aktivitas sehari-hari kita asal tau bagaimana cara yang aman.

Buat kamu yang mau coba naik KRL tapi nggak tau caranya dan diliputi rasa khawatir, berikut gue rangkum langkah-langkah alias tutorial naik KRL supaya aman dan sentosa.

Continue reading “Tutorial Naik KRL supaya Aman Sentosa”

3 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca di KRL

Kalau lagi ke mana-mana sendiri naik krl, biasanya gue suka bawa buku bacaan sebagai teman. Karena gue pikir daripada terus-menerus berkutat sama gadget, malah bikin gue nggak peka sama sekitar, mending sekalian baca buku.

Nah, karena gue tau kondisi di dalam KRL kadang suka bikin panas (re: suka disenggol, kelakuan penumpang lain yang bikin emosi), jadi gue memilih untuk nggak baca buku yang berat-berat dan butuh konsentrasi tinggi. Sebaliknya, gue pilih buku yang tema dan gaya bahasanya ringan. Dari sekian buku yang ada di rumah, berikut gue rangkum 3 rekomendasi buku yang cocok dibaca di KRL.

Continue reading “3 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca di KRL”

6 Kebiasaan di Kereta Commuter Line yang Tanpa Sadar Bikin Penumpang Lain Nggak Nyaman

Kereta Commuter Line sekarang udah jadi alat transportasi andalan para kaum urban dan sub-urban. Walaupun kenyataannya desak-desakan, tapi alat transportasi ini tetap jadi pilihan utama bermobilisasi, terutama untuk mereka yang mau cepat tanpa kejebak macet.

Yah, namanya juga transportasi andalan, murah, pasti banyak juga dong jumlah penumpangnya. Karena banyak yang naik kereta, banyak juga tipe penumpang yang ditemuin. Mulai dari yang punya hati selembut kain abis dicuci pake molto, sampai yang nggak punya hati tapi minta jantung. Dari yang cantik kayak Chelsea Islan abis keramas, sampai yang keliatan nggak mandi seminggu. Dari yang kelakuannya bener, sampai yang bikin geleng-geleng kepala.

Nah dari kelakuan-kelakuan para penumpang, ada beberapa kebiasaan tanpa sadar yang biasa dilakuin di dalam kereta commuter line lho, tapi sebenarnya bikin penumpang lain nggak nyaman. Apa saja?

Continue reading “6 Kebiasaan di Kereta Commuter Line yang Tanpa Sadar Bikin Penumpang Lain Nggak Nyaman”

Tentang Stigma, Preferensi, dan Saling Menghargai

Kita memang hidup berdampingan dengan stigma. Dan sesungguhnya tidak ada yang salah dengan itu. Karena memang sudah menjadi hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial hidup saling berdampingan. Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Namun, bahaya jikalau kita hidup di dalam stigma itu sendiri. Kenapa? Karena stigma bisa membatasi diri kita dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya dalam aspek sosial. Stigma bisa membatasi diri kita untuk mengeksplorasi hal baru. Stigma bisa membatasi diri kita untuk menjadi diri sendiri. Bahkan lebih parahnya lagi, stigma bisa membatasi diri kita untuk saling menghargai.

Sadar tidak sadar, kita pasti pernah menjudge orang lain berdasarkan sesuatu yang mereka suka. Sebagai contoh, kita biasa memberikan label kepada mereka yang memiliki preferensi tertentu, sebut saja pilihan musik.

Continue reading “Tentang Stigma, Preferensi, dan Saling Menghargai”

yuntango_dyouthizen_jakarta

dYouthizen 2018, Acara Ter-asdfghjkl untuk Generasi Smart Millennials Zaman Now

dYouthizen 2018. Sebagai seorang yang menyukai dunia perkontenan (eh, gimana?), excitement gue tuh gampang tersulut kalau nemu konten viral yang out of the box, tapi tetep informatif dan berguna bagi sekitar. Terus rasa penasaran gue melonjak deh, kok bisa ya orang-orang bikin konten sekreatif ini? Gimana sih caranya? Gue tuh pengen juga bisa bikin konten yang berguna. Nggak cuma foto bagus terus pake caption yang copas dari gugel yang bener-bener nggak ada hubungannya. *sinyal sarkasme terdeteksi*

Kemudian, dewi fortuna pun turun. Menyelinap masuk ke dalam linimasa Instagram story gue dalam bentuk lain. Doi menjelma menjadi sponsored content yang pada akhirnya berhasil membuat gue swipe up dan mengantarkan gue pada acara kece nan gokil yang bernama dYouthizen 2018.

Continue reading “dYouthizen 2018, Acara Ter-asdfghjkl untuk Generasi Smart Millennials Zaman Now”

RunForRiver 2018: Marathon Sendirian, Bengong-Bengong Berfaedah

RunForRiver 2018.

Bicara soal “sendirian” pasti nggak lepas dari stigma kasian dan nggak punya teman. Apalagi untuk orang-orang ektrovert yang mendapatkan banyak energi dari interaksi yang mereka lakukan dengan orang lain. Tapi bagi para introvert, sendirian adalah keadaan emas yang mereka nantikan. Sebab dengan memisahkan diri dari orang lain, mereka dapat mengisi ulang kembali energi mereka.

Berhubung gue ambivert yang cenderung introvert (nah gimana dah tuh), sendirian buat gue bukan merupakan sebuah momok menakutkan. Kadang kondisi sendirian itu gue butuhkan untuk mengenali diri sendiri, yang pada akhirnya akan membuat gue bisa mencintai diri sendiri.

Gimana gimana?

Continue reading “RunForRiver 2018: Marathon Sendirian, Bengong-Bengong Berfaedah”