Belajar dari Batu

Bagaimanapun, manusia tak pernah diajarkan untuk mendengar dan mengerti bahasa batu, sekeras dan selantang apa pun si batu angkat suara.

Seperti sudah digariskan takdir, batu akan tetap teronggok meski sekali waktu seseorang memungut dan menggunakannya untuk menimpuki pohon berbuah di pekarangan rumah tetangga.

Dan sebagaimana ketidakmampuan manusia dalam mendengar dan memahami bahasa batu, mereka pun tidak ditakdirkan untuk menyadari bahwa di balik nasibnya yang malang, si batu selalu mencatat dan mengingat apa yang dilakukan manusia.
Dan, sungguh, si batu bukan malaikat.
Jakarta, November 2016
ユニタ
Terinspirasi dari Cerita Batu
karya Eka Kurniawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s