Nikah Muda? Sudah Siap?

yuntango_soal_menikah_muda

Tulisan ini sudah lama tertimbun di dalam notes smartphone yang pada akhirnya hari ini berhasil mendarat di blog.

Disclaimers: tulisan ini tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun.

………………………………………………………………………………………………………….

Nikah. Topik yang menurut gue sangat sensitif. Walaupun sedang tren, di dalam pikiran gue nggak terbesit sedikit pun untuk ikut-ikutan nikah di usia muda seperti kejamnya tekanan sosial di negara kita. Bahkan ketika orang bertanya pada gue tentang target nikah di umur berapa, gue sering menjawab, “nggak punya”.

Bukan, bukan karena nggak mau menikah, cuma di dalam hidup gue masih banyak hal-hal yang gue prioritaskan terlebih dahulu. Dan hal-hal tersebut harus gue capai sebelum gue menikah. Apa aja?

Kondisi Finansial yang Lebih Baik

Hidup dikelilingi pasangan yang menikah di usia muda memaksa gue untuk membuka mata dan telinga tentang perjalanan dan lika-liku hidup berumah tangga. Sayangnya, yang sering gue dapat adalah cerita-cerita versi nggak enak. Ketidakstabilan finansial dan emosi adalah contoh angin yang cukup mengancam keberlangsungan pohon pernikahan para pasangan muda.

Dari situ gue belajar untuk lebih mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia pernikahan. Salah satunya mempersiapkan kondisi finansial supaya nanti nggak menyusahkan orang-orang sekitar gue.

Nggak sedikit juga orang bilang kalau menikah akan membuka pintu rezeki. Kata mereka, “Rezeki mah nggak ke mana“. Ya, mari yakini soal itu karena memang rezeki di tangan Tuhan. Tapi ada baiknya di samping menyakini itu, kita tahu dan punya perencanaan mengenai jalur dan dari mana datangnya rezeki itu sendiri.

Let’s say, sebelum menikah atau setelah menikah membuka usaha atau mengajukan diri untuk dipromosikan di kantor. QuoteRezeki nggak ke mana” akan jauh lebih make sense dibanding tidak melakukan effort sama sekali atau hanya menunggu rezeki jatuh dari langit-langit rumah atau juga berharap seseorang mengetok pintu dan memberikan uang 1 miliar rupiah tanda tedeng aling-aling.

Upgrade diri

Bukannya nggak mau mengupgrade diri bersama pasangan, tapi gue punya beberapa ruang privasi yang saat ini hanya gue yang boleh tahu. Ok, you can call me insecure karena gue sadar gue memang sangat insecure because of some backgrounds. Dan ruang privasi itu selalu gue manfaatkan untuk lebih mengenali diri gue sendiri. Sehingga nantinya ketika bertemu pasangan, gue tau apa yang gue mau dan bagaimana mengontrol diri gue sendiri saat berhadapan dengan pasangan yang memiliki perbedaan pendapat.

Kenapa memilih upgrade diri dulu ketika orang lain bilang cewek akan berakhir sebagai ibu rumah tangga? Karena gue percaya kalau wanita tidak selalu harus di dapur, sumur, dan kasur.

Tanggung Jawab terhadap Orang Tua

Bagaimana pun keadaan orang tua sekarang, sebagai seorang anak gue sadar bahwa gue punya kewajiban untuk membahagiakan mereka. Dan saat ini kewajiban itu masih belum terpenuhi.

Jadi apa tolok ukur membahagiakan orang tua itu?

Tolok ukur kebahagiaan setiap orang itu relatif. Tapi bagi gue, kebahagiaan orang tua adalah ketika mereka tetap bahagia dan baik-baik saja ketika mereka merelakan anaknya dipinang orang lain.

Ya dalam 2 tahun ini gue masih ngejar karir demi keinginanan untuk memberikan sesuatu kepada orang tua. Ya, pada dasarnya gue cuma mau lihat orang tua gue baik-baik aja, terutama dalam hal finansial ketika nanti gue menikah. Ya. Me-ni-kah.

Jadi kawan-kawan, tolong jangan memburu-burui orang lain untuk menikah. Setiap orang punya background kehidupannya masing-masing. Setiap orang punya pilihan dan alasannya masing-masing. Jadi, mari saling menghargai pilihan hidup masing-masing selama pilihan hidup tersebut tidak merugikan orang lain.

 

Need to remember:

Menikah adalah sebuah keputusan besar. Perlu pemikiran dan perencanaan matang.

Menikahlah ketika kamu siap. Bukan karena tekanan dari lingkungan sosialmu.

Pernikahan tidak selamanya jadi solusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s