yuntango_dyouthizen_jakarta

dYouthizen 2018, Acara Ter-asdfghjkl untuk Generasi Smart Millennials Zaman Now

dYouthizen 2018. Sebagai seorang yang menyukai dunia perkontenan (eh, gimana?), excitement gue tuh gampang tersulut kalau nemu konten viral yang out of the box, tapi tetep informatif dan berguna bagi sekitar. Terus rasa penasaran gue melonjak deh, kok bisa ya orang-orang bikin konten sekreatif ini? Gimana sih caranya? Gue tuh pengen juga bisa bikin konten yang berguna. Nggak cuma foto bagus terus pake caption yang copas dari gugel yang bener-bener nggak ada hubungannya. *sinyal sarkasme terdeteksi*

Kemudian, dewi fortuna pun turun. Menyelinap masuk ke dalam linimasa Instagram story gue dalam bentuk lain. Doi menjelma menjadi sponsored content yang pada akhirnya berhasil membuat gue swipe up dan mengantarkan gue pada acara kece nan gokil yang bernama dYouthizen 2018.

Diselengggarakan oleh detikcom dan smartfren, acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 20 Oktober lalu di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta memang ditujukan untuk para generasi millennials yang udah bosen hanya jadi penikmat konten-konten kreatif yang selalu berlalu lalang di dunia digital, terutama media sosial. Di acara ini, generasi millennials diajak untuk menjadi generasi smart dan peduli yang pada akhirnya bisa berkontribusi untuk sekitar dengan memanfaatkan dunia digital. Itulah mengapa, “As A Call to Action” dipilih sebagai tagline dari acara ini.

Bisa gue bilang, acara ini adalah acara terkece untuk millennials tahun ini karena serius deh, gue nggak pernah menyesali kedatangan gue ke sini. Di samping karena tema yang diangkat sesuai dengan bidang yang gue sukai, pembicaranya pun seru dan informatif banget.

dyouthizen_yuntango
source: dyouthizen

Gimana? Gokil kan tuh pembicaranya? Selain pembicara yang gokil nan wow, hostnya juga jempol banget, lho. Kak Azizah Hanum sukses memandu acara dengan skill nyablaknya yang jempol, sehingga selama acara berlangsung nggak bikin nguap-nguap karena ngebosesin.

This slideshow requires JavaScript.

Anyway, di postingan ini gue nggak mau cuma pamer kalo acara ini tuh bagus banget tanpa ada bukti sama sekali. Maka dari itu, gue akan bagikan beberapa insights yang gue dapat dari para speakers ini.

dYouthizen 2018: Panel Diskusi oleh Ardhi Suryadhi, Narendra Priyottama, Jessica Mila

yuntango_dyouthizen
Panel Diskusi Pertama yang Belangsung Alot dan Seru

Di panel diskusi pertama yang diisi oleh Mas Ardhi Suryadhi selaku Vice Editor in Chief detikcom, Narendra Priyottama selaku Head Brand Communication Smartfren dan Jessica Mila selaku Brand Ambassador Smartfren, gue dapat 3 poin penting. Berikut penjelasannya.

Self-Knowing adalah Pondasi

Poin ini gue dapat dari Jessica Mila yang notabanenya doi udah kenyang banget sama nyinyiran netizen. Jadi menurut doi, self-knowing itu perlu banget. Kenapa? Karena dengan mengenali diri sendiri, kita bisa mengontrol energi kita untuk merespons apa yang orang lain bilang tentang kita. Jadi kalau ada yang bilang kita begini, tapi ternyata kita merasa nggak begini, buat apa kita ambil pusing?

Terus gimana kita tahu self-knowing kita benar?

Kamu bisa mengasumsikan self-knowingmu sudah benar jika:

  1. Kamu nggak merusak
  2. Kamu nggak merugikan dirimu sendiri
  3. Kamu nggak merugikan orang lain

Kalau kamu merasa melakukan 3 hal di atas, buat apa mikirin perkataan orang lain?

Bijaklah dalam Menggunakan Media Sosial

Hayooo, siapa yang suka bersumpah serapah di social media? Atau menyebarkan informasi yang belum tahu kebenarannya? Nah, mulai sekarang tinggalin yuk kebiasaan buruk ini. Karena kata Mas Ardhi Suryadhi, perusahaan biasanya akan melakukan background checking terutama di social media terhadap calon karyawannya. Wah, bisa repot kalo skill kamu bagus tapi nggak jadi diterima karena suka bersumpah serapah dan nyebarin hoaks di social media.

Kenapa sih perusahaan di zaman sekarang suka cek social media calon karyawannya?

Karena jika kamu melakukan itu terhadap hal-hal lain, kemungkinan kamu juga akan melakukan hal yang sama kepada perusahaan yang memberikan kamu gaji. Integritas dipertaruhkan, lho. Jadi mulai sekarang harus berhati-hati dan pintar menggunakan social media, ya. 😊

Jangan Pernah Meremehkan Mimpi-Mimpi Generasi Millennials

Generasi Millennials dikenal dengan generasi borderless. Itulah mengapa Mas Narendra Priyottama menganjurkan untuk nggak meremehkan mimpi-mimpi Millennials. Karena jika sekarang mimpi-mimpi itu terkesan tak bisa direalisasikan, beberapa tahun lagi mereka akan membuat itu nyata. Karena balik lagi, mereka adalah generasi yang nggak suka dibatasi dan tak akna segan menghancurkan perbatasan itu jika ada.

BACA JUGA: RUNFORRIVER 2018: MARATHON SENDIRIAN, BENGONG-BENGONG BERFAEDAH

dYouthizen 2018: Sesi Kedua oleh Pandji Pragiwaksono

yuntango_dyouthizen
Mas Pandji on the stage

Panel diskusi kedua adalah sesi yang paling gue tunggu. Yak, sesi kedua ini diisi oleh komika favorit gue, Mas Pandji Pragiwaksono. Dan melalui materi-materi stand-up, gue tetep dapat banyak insight dong. Kayak gini nih.

Cintai Apa yang Kamu Lakukan

Seorang pelawak nggak sama dengan orang yang hidup dari melawak. Kenapa? Karena orang yang hidup dari melawak akan berhenti melawak jika ia nggak mendapat apa yang dia harapkan dari melawak. Dalam kata lain, bisa saja ketenaran dan uang.

Berbeda dengan seorang pelawak. Ia akan tetap melawak bagaimanapun keadaan dan after effectnya. Alasannya? Karena dia suka. Dia mendapatkan kesenangan dari sana.

Jadi, mulai sekarang coba cintai apa yang kita lakukan, bukan apa yang datang dari yang kita lakukan.

Nggak Ada Hal yang Sia-Sia

Pernah ngerasa salah ambil jurusan kuliah? Atau pekerjaan sekarang nggak sesuai dengan bidang ilmu saat kuliah? Kemudian kamu merasa ilmu kamu semasa kuliah jadi percuma? Eits, tahan dulu Masbro dan Mbaksist, kalau kata Mas Pandji gini nih.

Nggak ada hal yang sia-sia selama hal tersebut bisa dijadikan pembelajaran

Mantul nggak tuh?

And the point is…

Mas Pandji dalam sesi kedua membeberkan rahasia mengapa doi bisa sampai di titik sekarang ini. Apa tuh?

Pilih apa yang ingin kamu capai dan tinggalkan apa yang kamu takuti.

Dalam hal ini, sesuatu yang ingin dicapai adalah desire sedangkan sesuatu yang ingin ditinggalkan adalah anxiety. Jadi kalau kamu punya tujuan hidup, ingat aja kamu harus lari secepat mungkin untuk mengejar desire kamu dan untuk meninggalkan anxiety kamu.

dYouthizen 2018: Sesi Ketiga oleh Dimas Djay

yuntango_dyouthizen_dimas_djay
Mas Dimas Djay on the fire

Tau TVC Indo Eskrim? Atau TVC Ramayana versi Qasidah sewaktu Ramadhan? Tau siapa di balik TVC-TVC berkonsep out of the box itu? Ya, doi adalah Dimas Djay. Seorang sutradara lulusan Universitas Trisakti yang sudah punya segudang portfolio TVC yang bikin geleng-geleng kepala karena konsepnya yang lebih dari sekadar out of the box.

Dalam sesi panel diskusi ketiga, Mas Dimas berbagi pengalaman dan ilmunya mulai dari research pasar yang bener-benre nggak doi suka, merancang ide yang out of the box hingga mengemas dan mengeksekusinya agar tetap sesuai dengan konsep yang dibuat. Namun, dari semua materi yang doi sampaikan, ada satu kesimpulan yang gue dapat. Berikut poinnya.

Jangan Batasi Diri untuk Belajar

Sesungguhnya Gaes, jangan pernah batasi diri kita untuk belajar, sekalipun untuk hal-hal yang nggak kita sukai. Karena apa? Karena Mas Dimas Djay sudah membuktikan bahwa dengan belajar apa pun, termasuk hal-hal yang nggak doi sukai, doi bisa mendapatkan banyak insights yang pada akhirnya bisa membantu doi melahirkan karya-karya yang luar biasa dan autentik.

Gitu.

Baiklah. That’s a wrap! Itu adalah ilmu-ilmu yang gue dapat dari acara dYouthizen 2018. Intinya, acara ini cocok banget buat generasi millennials yang suka dengan hal-hal berbau self-improvement. Apalagi untuk kamu yang punya cita-cita jadi salah satu yang bisa berkontribusi untuk sekitar. Yuk ah mulai sekarang jadi smart millennials. Patahkan stigma tentang millennials yang suka segala keinstanan, gadget freak dan individual. Buktikan kalau kita bisa berkontribusi untuk sekitar dengan memanfaatkan dunia digital!

Cheers,

yuntango

yang lagi bener kalo kepepet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s