Tutorial Naik KRL supaya Aman Sentosa

Melihat potret kerasnya kehidupan di KRL yang identik dengan desak-desakan, panas karena AC kereta mati dan jadwal yang suka ngaret, membuat persepsi orang-orang tentang KRL jadi sesuatu yang mengerikan. Nggak sedikit orang langsung mengurungkan niatnya untuk mencoba naik KRL, bahkan banyak dari mereka yang berikrar untuk nggak akan mencoba naik KRL karena terlalu berisiko. Padahal, kita masih bisa menikmati manfaat dari KRL untuk mendukung aktivitas sehari-hari kita asal tau bagaimana cara yang aman.

Buat kamu yang mau coba naik KRL tapi nggak tau caranya dan diliputi rasa khawatir, berikut gue rangkum langkah-langkah alias tutorial naik KRL supaya aman dan sentosa.

BELI TIKET

Ada 3 jenis tiket yang bisa digunakan untuk naik KRL yaitu Tiket Harian Berjamin (THB), Kartu Multitrip (KMT) dan e-money dari beberapa partner bank. Saran gue, lebih baik pakai e-money aja kalau kamu punya. Tapi ingat, sebelum di-tap di gate in, pastikan kartu kamu sudah diaktivasi supaya bisa dibaca di mesin e-ticketing stasiun.

Gimana cara aktivasinya?

yuntango_trainveler_krl

Tempel di sini, Kawan. Pastikan saat kamu menempel, di layar mesin aktiviasinya menampilkan jumlah saldo di e-money kamu.

Untuk pembahasan lengkap mengenai tiket, akan gue tulis di postingan selanjutnya, ya.

PERHATIKAN BARANG BAWAAN

Jika kamu menggunakan tas ransel dengan ukuran yang nggak kecil, ada baiknya saat naik KRL kamu menyandang tas ransel kamu ke depan. Hal ini selain bisa buat pandangan kamu jadi terjangkau, menyandang tas ransel ke depan bisa melindungi bagian depan tubuh kamu dari dorongan dan tekanan penumpang lain.

Jika kamu menggunakan tas selempang atau sling bag, usahakan tetap mendekapnya ke bagian depan tubuh supaya perhatian kamu tetap terjangkau dan bagian tubuh kamu tetap tercover. Kalau kamu bawa banyak barang bawaan, jangan lupa untuk taruh di bagasi atas yang tersedia supaya meringankan beban kamu. Cukup beban hidup aja yang kamu jinjing ke mana-mana, beban barang bawaan mah jangan.

MENGUNCIR RAMBUT

Untuk kamu yang punya rambut Panjang, disarankan nggak menggerai rambut karena bisa membuat penumpang lain nggak nyaman. Dan saran ini berlaku untuk semua gender, baik cewek, cowok ataupun di antaranya.

BACA JUGA: 3 REKOMENDASI BUKU YANG COCOK DIBACA DI KRL

UTAMAKAN PENUMPANG TURUN

Nggak usah terburu-buru kalau KRL kamu sudah datang. Beri kesempatan penumpang yang turun terlebih dahulu dengan berdiri di samping pintu. Nggak mau kan disamain kayak banteng yang suka nyeruduk?

PEGANGAN! (Sebisa Mungkin)

Kenapa harus pegangan? Supaya ketika masinisnya ngegas, kamu nggak jatuh dan bikin domino effect ke penumpang lainnya. Kan lucu ya nanti gara-gara 1 penumpang doang yang nggak pegangan, segerbong yang berdiri ikutan jatuh karena kedorong-dorong. Eits, tapi kudu ingat nih, pegangannya sama hanger ya, bukan sama pacar orang. #yhaaaaa

JANGAN BERDIRI DI DEPAN PINTU

Kalau tujuan kamu masih jauh, lebih baik kamu masuk ke dalam deh. Daripada berdiri di depan pintu malah bikin penumpang yang mau turun jadi susah keluar. Mending kalo penumpang yang mau turunnya jinak, kalau lumayan liar, kamu bisa diseruduk dan akhirnya kedorong-dorong. Lagian katanya, berdiri di depan pintu bikin susah dapet jodoh. Hih serem! Udah kedorong-dorong, susah dapat jodoh lagi.

KOMUNIKASI

Komunikasi akan membuat nasib kamu di dalam gerbong penuh sesak nggak ngenes-ngenes banget. Komunikasikan kepada penumpang di depan atau samping kamu jika kamu stasiun tujuan kamu sudah dekat. Hal ini akan membuat mereka supaya mereka bisa memberikan jalan untuk kamu keluar.

TERTIB NAIK ESKALATOR

Kalau kamu nggak lagi buru, berdirilah di sebelah kiri. Kenapa? Karena dengan begitu kita memberikan ruang di sisi sebelah kanan eskalator untuk orang lain yang lagi buru-buru.

Ah ribet banget sih! Sama aja kali mau berdiri di kiri atau kanan.

Eits, eits eits. Coba bayangin, kalau kamu ada di posisi mereka yang lagi buru-buru, eh ternyata orang lain nggak kasih kesempatan kamu untuk ambil langkah cepat karena kedua sisi eskalator ditutup sama mereka yang berdiri, gimana perasaan kamu? Apa yang bakal kamu lakukan? Naik tangga? Emang mau? Percaya deh, mayoritas orang Indonesia akan menghindari yang capek-capek dan lebih pilih alternatif yang enak-enak dan nggak perlu effort banyak. Contohnya? Nggak mau naik tangga dan lebih pilih naik eskalator atau lift.

Intinya, put yourself in someone else’s shoes. Karena balik lagi, eskalator di stasiun kan bukan cuma kamu yang gunain, Beb. Apalagi di stasiun-stasiun sibuk kayak Tanah Abang. Kecuali kalau kamu rela diteriakin karena nggak mau tertib sih, ya gapapa. Itu urusan kamu dan hidupmu. 😛

Nah itu dia tutorial naik KRL seadanya dari gue. Semoga membantu dan kalau menurut kamu ada yang perlu ditambahin, langsung aja tulis di kolom komentar, ya. Sankyuu!

CARI TAHU! 6 KEBIASAAN KRL YANG TANPA SADAR BIKIN PENUMPANG LAIN NGGAK NYAMAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s