yuntango_gowes_bike_sharing

Weekend Getaway Hemat di Jakarta? Bisa Ngapain Aja?

Sebagai orang Jakarta yang mengaku sebagai traveler, gue merasa gagal karena jarang mempromosikan kota kelahiran sendiri. Padahal kalau dikulik lagi, Jakarta isinya tuh nggak cuma macet. Ternyata ada banyak tempat wisata asik dan potensial yang bisa mendatangkan banyak turis di Jakarta lho.

Nah buat yang butuh piknik, tapi nggak punya waktu dan budget kayak gue, mungkin referensi weekend getaway di Jakarta dalam 1 hari ini bisa dicoba.

Naik Jakarta City Tour Bus

DSCF0193

Seperti biasa, gue berangkat dari rumah naik KRL, kemudian turun di Stasiun Juanda. Kenapa di Stasiun Juanda? Karena halte pemberangkatan city tour ada di seberang Stasiun Juanda. Untuk menuju ke sana, gue harus keluar lewat pintu utara, kemudian naik jembatan penyebrangan.

This slideshow requires JavaScript.

Eh sebelum naik bis city tour, gue sempetin jajan di kaki lima dulu nih, karena deretan jajanan begitu menggoda iman. Sebenarnya nggak hanya menggoda iman aja sih, soalnya setelah dibeli ternyata jajanan ini juga menggoda isi dompet. Mayan mahal, cyin. Maklum, dekat dengan tempat wisata sih, ya. Jadi emang peluang cuan banget.

Fyi, Jakarta City Tour Bus atau yang sering disebut “Mpok Siti” beroperasi sejak tahun 2014. Sampai dengan saat ini, Jakarta City Tour udah punya 28 bus yang melayani beberapa rute dengan berbagai tema mulai dari History of Jakarta hingga Modern Jakarta.

DSCF0201

Nah, siang ini setelah jajan-jajan nggak cantik dan keringetan (karena makan rujak tumbuk super pedes), gue yang ditemenin sama adik gue akhirnya menambatkan pilihan ke city tour dengan tema History of Jakarta.

BACA JUGA: TIPS SURVIVE DI JEPANG – BAGIAN PERTAMA

Setelah mencoba beberapa kali naik city tour Jakarta, baru kali ini gue seneng banget karena untuk pertama kalinya gue temuin ada tour guide yang menjelaskan mengenai rute dan tempat-tempat bersejarah apa saja yang akan dilewati bis ini. Nggak cuma itu, di samping menjelaskan tempat-tempat yang kita lalui, doi juga pandai public speaking dan mencairkan suasana dengan pertanyaan-pertanyaan interaktif.

Kayak gini nih.

“Kalau di Jakarta kita punya Monas, kalau di Italia kita punya Menara Pisa. Ngomong-ngomong tentang Menara Pisa, kira-kira ada yang tau nggak kenapa Menara Pisa miring?”

Setelah seisi bis mencoba memberikan jawaban sesuai pengetahun mereka, si Mas guide yang bernama Charlie ini pun akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas yang nggak pernah gue dan penumpang lainnya terpikirkan.

“Kenapa Menara Pisa miring? Karena konstruksi bangunannya? Salah. Karena gempa? Salah. Kenapa Menara Pisa miring? Jawabannya adalah karena dia tertarik…”

Hening. Pada kebingungan.

Sambil menunjuk salah satu penumpang wanita di sebelah bangku sebelah kanan kemudian Mas guidenya menuntaskan jurusnya, “…tertarik dengan senyum kamu yang indah.

Kemudian suasana bis pun jadi ramai. Gue yang lagi merekam momen tersebut seketika kepingin langsung lempar handphone ke si Mas guidenya sambal nyeletuk, “Ah bisa ae, Bambang!”.

TIPS!

Kalau mau lebih enjoy nikmatin bis city tour Jakarta, pilih tempat duduk di lantai atas.

Sekian cerita city tour Jakartanya yang lumayan bikin shock.

Gowes Keliling Monas dengan Bike Sharing

DSCF0208

Pada awalnya gue pikir bike sharing di Monas udah nggak beroperasi lagi, karena sekali waktu pernah baca update-an di Instagram @gowesbikesharing dan memang setelah gue itung-itung lagi udah melebihi dari 3 bulan masa ujicoba sejak pertama kali gue coba yaitu pada bulan Juli. Eh ternyata gue salah. Pada awalnya gue emang mau turun di Jakarta Kota, tapi setelah dengar dari Mas guide kalau bike sharing masih beroperasi, gue mengubah segala rencana gue dan turun di Monas.

DSCF0205

Buat yang nggak tau, bike sharing adalah layanan rental sepeda gratis untuk umum. Di Jakarta sendiri, layanan gowes bike sharing ini masih tersedia di wilayah dan digunakna hanya di daerah Monas.

Bagaimana cara pakainya?

Pertama, download aplikasi GOWES dan sign up. Jangan bingung, sepedanya memang identik dengan warna ungu-kuning, tapi aplikasinya warna merah kok.

Kedua, ke Monas dong. Temukan titik parkir bike sharingnya. Tenang, titik parkir sepeda ini di Kawasan Monas banyak kok.

DSCF0215

Ketiga, scan barcode yang ada di bawah sadel sepeda untuk membuka kunci. Kalau nggak bisa, jangan panik, kamu bisa coba di sepeda lain.

DSCF0204

Keempat, setelah kunci udah terbuka, silakan gunakan dengan penuh tanggung jawab.

DSCF0224

Kelima, kalau sudah puas sepedaannya, jangan lupa parkir sepeda di titik parkir terdekat yang telah disediakan, kunci secara manual dan jangan meninggalkan sampah di komponen-komponen sepeda.

DSCF0209DSCF0210

Ngomong-ngomong soal bike sharing, ada beberapa perbedaan performa aplikasi gowes yang gue temui di kali kedua gue coba. Waktu pertama kali coba bulan Juli kemarin, gue sempat menemui kendala saat proses scanning barcode yang berhenti di angka 80%, dan kunci sepeda nggak kunjung terbuka.  Selain itu, bulan Juli kemarin satu aplikasi masih bisa digunakan untuk dua sepeda, tapi sekarang hanya bisa digunakan untuk satu sepeda.

TIPS!

PIlih waktu pagi atau sore hari dan coba gowes daerah taman supaya rindang, karena kalau siang dijamin PUANASSSSNYA POLLLL.

Pakai topi. Alasannya? Baca tips di atas.

Bawa minum, karena di dalam Kawasan Monas udah steril sama pedagang.

Makan Ice Cream Legend di Ragusa, Es Italia

DSCF0239

Selesai gowes keliling Monas, agenda selanjutnya adalah makan es krim di salah satu kedai es krim favorit ibukota. Karena lokasinya yang nggak jauh dari Monas, maka gue memutuskan untuk jalan kaki. Nama kedainya adalah Ragusa, Es Krim Italia.

Kenapa dibilang legend?

arena kedai es krim ini berdiri sejak tahun 1932, dan ornamen bangunannya pun identik dengan bangunan pada masa penjajahan Belanda. Selain karena legendaris, kedai es krim ini juga menyediakan produk es krim yang dibuat dengan susu sapi segar tanpa tambahan bahan pengawet.

DSCF0237

Sebenarnya ini adalah kali kedua gue mampir ke sini, tapi karena kali pertama nggak dine in alias take away karena tempatnya penuh, jadi agak kurang afdal gitu, ya.

Berbeda dengan kunjungan pertama di mana gue hanya memesan mix ice cream, kali ini gue pesan spaghetti ice cream (karena Namanya yang unik), mint raisin dan ice lemon tea.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk tekstur dan rasa, es krim ini lembut dan nggak terlalu manis and it means cocok di lidah gue yang nggak terlalu suka manis. Untuk harga juga affordable, kok. Jadi, nggak usah takut kantong bolong.

This slideshow requires JavaScript.

TIPS!

Cobain menu rekomendasi: Spaghetti Ice Cream dan Banana Split

PS: Gue nyesel kemarin nggak pesen Banana Split. ☹

——–

BACA JUGA: HAL DIBENCI DARI JEPANG

Nah, setelah puas makan ice cream akhirnya gue dan adik gue memutuskan untuk pulang. Sebenarnya masih bisa lanjut ke Kota Tua untuk eksplor lebih, tapi kaminya udah terlalu lelah. Sepedaan keliling Monas pas tengah hari bolong emang menguras banyak energi, euy.

Yowes, at least weekend qu kali ini cukup berwarna yang biasanya cuma leyeh-leyeh di kasur, pantengin instagram, makan dan pup. Dan setidaknya sekarang gue tahu kalau Jakarta is getting better!

Dah, ya. Semoga weekend getaway gue ini bisa jadi referensi teman-teman yang butuh piknik tapi kantong sedang tyduck bersahabat. Salam hangat dari reman Stasiun Gondangdia yang nangis karena kepanasan sepedaan tengah hari bolong. Hhhhhhh.

DSCF0144

5 thoughts on “Weekend Getaway Hemat di Jakarta? Bisa Ngapain Aja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s