Tutorial Naik KRL supaya Aman Sentosa

Melihat potret kerasnya kehidupan di KRL yang identik dengan desak-desakan, panas karena AC kereta mati dan jadwal yang suka ngaret, membuat persepsi orang-orang tentang KRL jadi sesuatu yang mengerikan. Nggak sedikit orang langsung mengurungkan niatnya untuk mencoba naik KRL, bahkan banyak dari mereka yang berikrar untuk nggak akan mencoba naik KRL karena terlalu berisiko. Padahal, kita masih bisa menikmati manfaat dari KRL untuk mendukung aktivitas sehari-hari kita asal tau bagaimana cara yang aman.

Buat kamu yang mau coba naik KRL tapi nggak tau caranya dan diliputi rasa khawatir, berikut gue rangkum langkah-langkah alias tutorial naik KRL supaya aman dan sentosa.

Continue reading “Tutorial Naik KRL supaya Aman Sentosa”

3 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca di KRL

Kalau lagi ke mana-mana sendiri naik krl, biasanya gue suka bawa buku bacaan sebagai teman. Karena gue pikir daripada terus-menerus berkutat sama gadget, malah bikin gue nggak peka sama sekitar, mending sekalian baca buku.

Nah, karena gue tau kondisi di dalam KRL kadang suka bikin panas (re: suka disenggol, kelakuan penumpang lain yang bikin emosi), jadi gue memilih untuk nggak baca buku yang berat-berat dan butuh konsentrasi tinggi. Sebaliknya, gue pilih buku yang tema dan gaya bahasanya ringan. Dari sekian buku yang ada di rumah, berikut gue rangkum 3 rekomendasi buku yang cocok dibaca di KRL.

Continue reading “3 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca di KRL”

6 Kebiasaan di Kereta Commuter Line yang Tanpa Sadar Bikin Penumpang Lain Nggak Nyaman

Kereta Commuter Line sekarang udah jadi alat transportasi andalan para kaum urban dan sub-urban. Walaupun kenyataannya desak-desakan, tapi alat transportasi ini tetap jadi pilihan utama bermobilisasi, terutama untuk mereka yang mau cepat tanpa kejebak macet.

Yah, namanya juga transportasi andalan, murah, pasti banyak juga dong jumlah penumpangnya. Karena banyak yang naik kereta, banyak juga tipe penumpang yang ditemuin. Mulai dari yang punya hati selembut kain abis dicuci pake molto, sampai yang nggak punya hati tapi minta jantung. Dari yang cantik kayak Chelsea Islan abis keramas, sampai yang keliatan nggak mandi seminggu. Dari yang kelakuannya bener, sampai yang bikin geleng-geleng kepala.

Nah dari kelakuan-kelakuan para penumpang, ada beberapa kebiasaan tanpa sadar yang biasa dilakuin di dalam kereta commuter line lho, tapi sebenarnya bikin penumpang lain nggak nyaman. Apa saja?

Continue reading “6 Kebiasaan di Kereta Commuter Line yang Tanpa Sadar Bikin Penumpang Lain Nggak Nyaman”

#CatatanSiGembelPeron: Tentang Kereta dan Gerbong Wanita

yuntango_trainveler_catatan-tentang-kereta

Alih-alih sebagai hak istimewa, pengadaan kereta khusus wanita lebih tepat disebut sebagai pengadaan medan perang tanpa darah. Kenapa? Sebab gue tak menemukan esensi dari istimewa itu sendiri. Memang lebih aman karena terhindar dari pelecehan seksual yang biasa terjadi di gerbong campuran, tapi pada kenyataannya gerbong ini malah membuat para wanita tidak aman berada dengan sesama wanita. Karena apa? Karena yang gue temukan di dalamnya adalah pertempuran adu kekuatan yang menghadiahi pemenangnya dengan satu-dua jengkal lantai kereta untuk berdiri.

Terdengar kejam? Menurut gue tidak. Ini adalah realita dan kereta sekali lagi membuat gue menjadi pribadi yang realistis.

Continue reading “#CatatanSiGembelPeron: Tentang Kereta dan Gerbong Wanita”

A Touching Message in Commuter Line

yuntango_commuter_line

I have written this article in Jakarta by Train website 2 years ago.

As we have known, commuter line’s rolling stocks are mostly composed by used Japanese trains. The latest rolling stocks were come from Japanese Railway (JR), specifically which operated in Nambu Line. The new armada has yellow stripes and consists with 12 rolling stocks.

Besides the better condition from the old one, the new armada of commuter line has an interesting thing on it. Something that can open your eyes. If you are lucky to get on this train, you will see a lot of pictures from Japanese Children which decorated wall of the train. Every picture is randomly colored and consisted with a touching message from Japanese children. Some texts are in Japanese and the headline is in Bahasa.

The texts mean:

From Japanese Children for you.

“Even in oversea, you have to keep the spirit.”

A touching message is actually for the train. And it’s really touching. By reading this message, we get the fact that they really love their train. They are taught to love what they have since they were kids. Absolutely, they want us to love the train like they do.

Now, let’s love what we have this day. Do not do vandalism anymore.

If the Japanese children can, how come we can’t?

 

#CatatanSiGembelPeron: Pengalaman Mengesankan Naik Kereta (atau Mengenaskan?)

Berhubung tadi di commuter line duduk berhadapan sama mbak-mbak yang tertidur pulas, jadi keinget punya pengalaman mengenaskan seputar “tertidur pulas” di commuter line. Pengalaman mengesankan atau mengenaskan ini terjadi hampir 2 tahun lalu. Saat itu gue masih jadi kuli sedikit panggul di sebuah supermarket premium di daerah Jakarta Pusat. Karena lokasinya nggak jauh dari stasiun, jadi setiap hari gue memangkas jarak dari rumah ke tempat kerja dengan naik commuter line.

Malam itu gue sampe Stasiun Sudirman jam sepuluh lewat. Pada awalnya semua berjalan seperti malam-malam biasanya ketika gue kedapatan shift siang. Kereta yang gue naiki adalah kereta yang tiba di Stasiun Sudirman jam sebelas. Walaupun sudah jam sebelas malam, pemandangan stasiun Sudirman masih ramai dengan peron dua sebagai primadonanya. Tapi ramai di jam segini jauh lebih manuasiawi dibanding pada saat rush hour. If you are a gembel peron dan familiar dengan pemandangan penuh sesak di peron 2 stasiun ini, you will know bagaimana versi manusiawi dan versi jahanamnya Stasiun Sudirman. lol.

Continue reading “#CatatanSiGembelPeron: Pengalaman Mengesankan Naik Kereta (atau Mengenaskan?)”

#CatatanSiGembelPeron: Si Lupa yang Sulit Berpaling

Kemarin, gue berasa jadi orang paling pea se-Lenteng Agung. Iya, jadi ceritanya tadi gue ‘sempet’ kehilangan KMT (Kartu MultiTrip) di cardkeeper yang biasa gue kalungin. Dan gue sadar saat gue sampe di stasiun tujuan, Stasiun UP. Paniklah gue pas liat cardkeeper gue kosong tanpa KMT gue di sana. Gue coba cari di dalem tas. Nggak ada. Raba-raba di Almet, nggak ada juga. Haduh, matilah gue nggak bisa keluar stasiun. Apalagi kalo kena suplisi, limapuluh ribu men…. Mana nggak ada uang. Mana udah jam sepuluh malem pula.

Continue reading “#CatatanSiGembelPeron: Si Lupa yang Sulit Berpaling”