Alegori Analogi – Arah

Simbah, legam, dan lebam. Tak ada yang ia salahkan, baik langit siang yang terlalu cerah maupun malam yang terlalu kelam. Karena memang sudah seharusnya ia mampu memahami sinar matahari yang merah dan gugusan bintang yang temaram.

Jika ingin sampai di tujuan tanpa harus karam.

Jakarta, September 2018

Alegori Analogi – Terbang

Dengan sayap tertatih, ia mampu melayangkan pandangannya yang sudah tak lagi terbatasi jeruji. Sebab kini kepalanya tak hanya sekadar bisa menengadah, meskipun terkadang dirinya terbawa angin dan kehilangan arah.

Mengesankan, pun berlimpah tekanan. Kemudian segenap hati dan seluruh nadi menyakini layaknya syuhada.

Ya, udara kebebasan ini memang terasa begitu berbeda.

Jakarta, Agustus 2018

Alegori Analogi – Reorientasi

Di dalam sangkarnya yang tidak luas, Si Burung Kecil telah belajar bagaimana caranya terbang. Namun, satu fase reorientasi menyadarkannya;

apa yang selama ini ia pelajari akan sepenuhnya sia-sia jika ia masih meromok di dalam kandang.

Sebab sang tuan hanya menghendaki dirinya untuk pandai berkicau.

Jakarta, Desember 2016